Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
Yuk cari tahu ciri-ciri dan cara mengatasi anak hiperaktif !
Hiperaktif atau hiperaktivitas adalah kondisi ketika anak terus aktif tidak melihat waktu, situasi, dan suasana sekitar.
Ciri-ciri anak hiperaktif
Berikut beberapa ciri anak hiperaktif yang para orangtua harus ketahui.
- Berlari dan berteriak saat main meski berada di dalam ruangan.
- Berdiri di tengah kelas dan berjalan-jalan ketika guru sedang bicara.
- Bergerak dengan cepat sampai menabrak orang lain atau barang-barang.
- Bermain terlalu kasar sampai melukai anak lain bahkan diri sendiri.
- Bicara terus menerus.
- Sering mengganggu orang lain.
- Bergerak meski sedang duduk.
- Gelisah dan ingin mengambil mainan.
- Kesulitan untuk fokus dan duduk diam saat makan atau bermain.
Kondisi ini menyebabkan banyak masalah karena anak yang hiperaktif tidak dapat berkonsentrasi, baik di sekolah maupun di tempat lain.
Penyebab Anak Hiperaktif
Penyebab paling umum anak hiperaktif adalah sebagai berikut ini.
- ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder).
- Hipertiroidisme
- Gangguan otak dan gangguan saraf pusat.
- Gangguan psikologis.
Apabila hiperaktif disebabkan oleh kondisi gangguan tiroid, gangguan otak, atau gangguan saraf pusat, anak akan memerlukan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sementara itu, bila penyebab hiperaktif adalah gangguan emosional, anak akan memerlukan bantuan dari spesialis kesehatan mental bersamaan dengan pengobatan atau terapi perilaku kognitif
Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
- Tindakan Medis, dengan metode pengobatan yang umum dilakukan dokter untuk menangani kondisi anak hiperaktif adalah; meresepkan obat-obatan untuk mengendalikan gejala dan memberikan efek menenangkan, terapi bicara untuk mendiskusikan gejala yang dialami oleh anak bersama terapis, terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku anak hiperaktif.
- Penerapan Pola Asuh Orang Tua yang Tepat, dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan anak hiperaktif. Misalnya, jika anak sedang belajar, orang tua dapat menciptakan suasana yang senyaman mungkin dan menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu konsentrasi anak, seperti ponsel, televisi, dll.
Komentar
Posting Komentar